Ada seorang pendatang dari daerah wetan (dari Solo). Orang-orang tersebut dipimpin Kyai Soka dan Kyai Windu.
Diceritakan bahwa Kyai Soka ini senang kepada kebudayaan wayang. Untuk selanjutnya Kyai membangun perkampungan disitudan kampung tersebut. Dinamakan SOKARAJA. Artinya yang menjadi kepala atau raja disitu Kyai Soka. Maka desanya disebut SOKARAJA.
Setelah Kyai Soka meninggal dimakamkan dimakam Soka Wayang, makam itu terletak disebelah utara Sokaraja kurang lebih 1 km dari desa tersebut.
Sedang Kyai Windu menempati sebuah agak jauh dari Sokaraja. Tempat tinggal Kyai Windu disebut WINDUSARI mengabadikan nama Kyai Windu. Makam Kyai Windu diatas bukit sebelah timur sungai Tulis. Sampai sekarang tempat makam itu disebut orang gunung WINDU.
Sesudah kampung ini bertambah jiwa banyak diangkatlah kepala desa.
1. Kepala desa pertama bernama Singa Wedana
Mbah Singa bertempat di Sokaraja sedangkan dukuh Windusari menjadi wilayahnya. Mbah Singawedana menjadi kepala desa sampai meninggal dunia.
2. Mbah Slamet
Kepala desa Slamet juga sampai tutup usia. Sampai berapa tahun lamanya narasumber tidak bisa menjelaskannya.
3. Mbah Sidarah
Nama ini adalah sebenarnya dari nama sang istri. Adapun nama aslinya adalah Kyai Kanthong. Mbah Sidarah atau mbah Kanthong menjadi kepala desa sampai tua benar.
Pada waktu mbah Sidarah menjabat kades cariknya pak Kramareja. Sebenarnya pak Kramareja ini hati kecilnya ingin mengganti sebagai kepala desanya, namun mbah Sidarah kurang tanggap.
Dengan siasat yang halus mbah Sidarah dibujuk agar mau memotong lembu betina. Waktu itu lembu betina ada laran dipotong bila tidak mendapat ijin dari yang berwajib. Karena yang mengajak itu carik, maka kepala desa tidak menaruh curiga sedikitpun.
Selang beberapa hari dngan diam-diam carik itu melapor kepada atasan bahwa kepala desanya memotong lembu betina meskipun lembu itu milik sendiri. Maka mbah Sidarah terkena salah, akhirnya diproses oleh yang berwajib dan mbah Sidarah dipersahkan. Karena kesalahan itu lalu dihentikan dari jabatan kades.
Ibarat menanti durian jatuh bagi pak Kramareja. Kemdian menampilkan diri untuk jadi kepala desa. Karena pak carik ini orang yang berwibawa, maka tidak ada calon lain yang berani nongol. Untuk memenuhu syarat pemilihan didampingi dengan bumbung kosong. Dan akhirnya diangkatlah menjadi kepala dsa yang ke empat.
4. Pak Kramareja
Pada waktu pak Kramareja menjabat lurah rakyatnya sangat takut dan tunduk segala pemerintahnya. Sampai bupati saja hormat kepada lurah yang satu ini. Pendapa berada di Sokaraja. Setiap tahun pendapa untuk tempat berkumpulnya kerebat bupati untuk bersuka ria. Setiap rombongan dari kabupaten datang rakyat mestidisibukan.
Ada yang menambak sungai Tulis untuk ditangkap ikannya ada yang diajak
berburu burung dan lain-lain. Setelah rombongan bermalam 1 atau 2 hari dan malam terakhir diadakan hiburan gendingan dan nanggap warangana (ronggeng).
Pada saat itu waktu pemerintahan Bupati R.A.A. kolapaking Purbanegara (Bupati
Banjarnegara yang ke 5 Bapak Kramareja menjabat Kepala Desa sampai tua.
5. Sukar
Sukar adalah anak angkat bapak Kramareja. Kepala Desa ini tidak lewat pilihan. Ia tinggal menerima saja dari ayah angkatnya. Semua masyarakat tidak ada yang berani menolak karena takut kepada pak Kramareja tadi. Maka Kades Sukar ini dapat dikatakan dalam bahasa jawa “Nglungguhi Klasa Gumelor”. Pak Sukar menjabat Kepala Desa tidak lama karena tergesa munculnya aturan Jepang. Semua lurah waktu itu dilenyap.
6. Rejadrana
Kepala Desa ini dipilih dengan hasil pilihan. Semula pak Rejadrana ini adalah bau didukuh Windusari.
Setelah menjabat Kades lalu pindah ke desa Sokaraja. Kepindahan karena pak Rejadrana terus kawin dengan jandanya bapak Kramareja almarhum. Bapak Rejadrana menjabat Kades sampai tua dan berhenti karena permohonan sendiri sampai menerima SK berhenti dengan hormat.
7. Priyosupono
Kepala Desa ini hasil pilihan dengan menang tipiss dengan Hrjasuwito. Pak Priyo berhenti dari Kepala Desa karena kena Perda Bupati.
8. Priyosupono
Kepala Desa yang ke 8 adalah Priyosupono lagi. Dengan hasil kemenangan yang mantap. Karena lawan Kades ini masih muda-muda dan belum mempunyai pengakiman kerja sebagai pamong desa. Pak Pri ini sampai kapan kita samapai Perda yang akan datang.
Pemut :
Semangsa ngadepi reruwet sing kira-kira ora bias ngrampungi dewe, prayoga jaluka rembung marang liyan, sanajan rembung mau ora kabeh dienggo.
Yen ngendika sing apik, kudu bias mematut lan duga prayoga, sarta kudu mawar karo kahanan lan papan.
Aja medeni marang wong sing during weruh, awit yen ganti kesasar bakal diadili bebarengan ing dina kiyamat.
Pengesahan asal usul
Kami Kepala Desa/Ketua LKMD mempercayakan kepada bapak tersebut. Diatas untuk sebagai narasumber di desa kami agar menjelaskan tenteng asal usul desa kamai yang berguna kepada saudara Karno pejabat Penilik Kebudayaan dalam wilayah Kecamatan Pagentan dapat untuk melengkap data didalam daerah kerjanya.
Sesudah sejarah asal-usul tersebut. Dapat tersusun menurut kemampuan narasumber, kami turut memperhatikan dan mempelajari, akhirnya kami dapat menerima dan mengesahkan atas penjelasan narasumber tersebut.
Kemudian untuk selanjutnya agar menjadikan maklum adanya.
Disahkan tanggal : September 1992
Yang mengesahkan Kepala Desa (ketua LKMD)
Kepala Desa Sokaraja
Mardjono
www samnane.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar